10 April 2022

Jenis-jenis Kain Tenun di Baduy

Tulisan sebelumnya membahas mengenai tenun secara umum, nah kali ini kita akan mencoba untuk membuka lebih jelas apa saja jenis tenun atau motif tenun yang ada di Baduy.

Beberapa jenis tenun yang dihasilkan tangan terampil masyarakat baduy adalah sebagai berikut:

  • Tenun Aros atau Samping Aros
Tenun Aros atau samping aros adalah merupakan salah satu jenis tenun yang diperuntukan bagi masyarakat Baduy dalam (meskipun saat ini sudah digunakan juga oleh masyarakat Baduy luar dan dibeli oleh orang luar Baduy) yang hingga saat ini masih tetap digunakan dan tidak tersentuh perubahan. Tenun ini hanya boleh digunakan oleh pria masyarakat Baduy dalam.

Motif kain tenun ini terdiri dari kain berwarna hitam dengan garis-garis putih tipis, dimana garis-garis tersebut membedakan hierarki dari penggunanya. Semakin jarang garisnya, semakin tinggi posisi atau kedudukannya di masyarakat Baduy dalam (Tangtu).

05 April 2022

TENUN BADUY

Tenun jika dilihat dari artinya adalah teknik pembuatan kain yang dibuat dengan metode dan prinsip sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang dengan cara memanjang dan melintang atau dalam istilah lainnya yaitu bersilanganya antara benang lusi dan benang pakan secara bergantian. Benang yang digunakan untuk membuat kain disebut kanteh, bahan dasarnya biasanya terbuat dari serat rotan pelah, serat kayu, kapas, sutra, dan lain-lain.

04 April 2022

BATU KALIMAYA (Batu mulia khas Tanah Banten)

Kalimaya berasal dari nama Kali dan maya (Kali Maja), Kali maja sendiri adalah lokasi pertama dimana batu ini ditemukan yang terletak di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

PERATURAN DESA KANEKES tentang Saba Budaya dan Perlindungan Masyarakat Adat Kanekes (DRAFT BERSAMA BANTEN HERITAGE Tahun 2007)

Berikut adalah merupakan Draft asli hasil scan pembuatan Peraturan Desa Kanekes (Baduy) yang dilakukan antara pemerintah Desa Kanekes bersama Banten Heritage di Tahun 2007, dimana saat itu Kepala Desa (Jaro Pamarentahan) yang menjabat di Kanekes adalah Alm. Jaro Dainah.

Draft ini sendiri disusun dan disimpan oleh 3 orang anggota Banten Heritage senior, yaitu Alm. Nelly Wahyudin, Budianti Prakosa, dan juga disimpan oleh Uday Suhada, dan Alhamdulillah admin mendapatkan kepercayaan untuk dapat mengabadikan ini sehingga dapat diketahui oleh khalayak ramai di dunia internet. Semoha perjuangan para relawan Banten Hertage dalam mempertahankan dan melestarikan adat juga kebudayaan mendapatkan balasan dari Allah SWT. 

 

01 April 2022

Profil Wisata Desa Citorek Sabrang

Secara Administratif Desa Citorek Sabrang merupakan salah satu bagian Desa yang berada di wilayah kecamatan Cibeber, terdiri dari 22 Desa, secara geografis letak Desa Citorek Sabrang berada disekitar hutan taman Nasional Gunung halimun. Jarak Desa ke Kecamatan ±31 Km dengan lama tempuh perjalan 1,5 Jam sedangkan kepusat pemerintahan Kabupaten ±68 Km dengan lama tempuh Perjalanan 2 Jam dan jarak kepusat pemerintahan provinsi Banten ±97 Km, jarak Ke ibu kota negara ±88 Km.

18 Maret 2022

Seren Taun/Serah Taun



Rangkaian acara nganjangkeun
Seren Taun atau serah taun merupakan inti dari ritual syukuran panen. Pemahaman ini sebagai makna dari hasil panen padi yang diserahkan kepada kasepuhan setiap tahunnya yang biasanya jatuh pada bulan Muharram. 

17 Agustus 2021

TRADISI NGARENGKONG DI KASEPUHAN ADAT CITOREK


Ngarengkong pare/padi merupakan salah satu rangkaian adat yang menjadi tradisi masyarakat Kasepuhan yang ada di Desa Adat di sekitar Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Salah satunya rangkaian adat kegiatan ini dilaksanakan oleh masyarakat Kasepuhan Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.

17 Juni 2021

Pengembangan SDM Pariwisata

Peserta kegiatan Pelatihan Digital DisBudpar Lebak 2021

Pelatihan Digitalisasai Pelaku pariwisata Kabupaten Lebak 2021

Kegiatan Pelatihan digitalisasi (Digital Marketing) dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak dengan mendatangkan pemateri yang berkompeten dibidang digital marketing. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini diikuti oleh sekitar 20 Desa Wisata dan juga pelaku pariwisata yang dibekali ilmu dari mulai fotografi hingga bagaimana nemasarkan produk wisata yang ada atau dikelola oleh para peserta sendiri.

11 Februari 2021

Apakabar Sobat???

Lama saya tidak mengisi blog ini, karena saat ini saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk membuat konten di Youtube. Sehingga sudah barang tentu saya sendiri tidak bisa konsentrasi terhadap konten blog.

Nah buat kawan-kawan semua yang mampir di blog ini, jangan lupa untuk mampir juga ke channel Youtube saya dan melihat tentang konten wisata yang ada di channel tersebut. Nah ini dia alamat channelnya : https://youtube.com/c/GuideKasarung


Nanti kita sambung lagi ya tentang deskripsi konten di Youtube Channel saya yang terkait dengan pariwisata.


09 September 2019

TENTANG SECANGKIR KOPI

Siapa yang tidak tahu minuman yang bernama kopi? Secara umum kita mengenal 2 jenis kopi yaitu Arabika dan Robusta. Dan memang 2 jenis inilah yang peling populer dari total sekitar 124 spesies kopi yang ada di dunia.

15 Januari 2018

GULA SEMUT

Apa itu Gula Semut?
Gula semut merupakan gula merah versi bubuk dan sering pula disebut orang sebagai Gula Kristal. Dinamakan gula semut karena bentuk gula ini mirip rumah semut yang bersarang di tanah. Bahan dasar untuk membuat gula semut adalah nira dari pohon Kelapa atau pohon aren (enau). Karena kedua pohon ini masuk jenis tumbuhan palmae maka dalam bahasa asing, secara umum gula semut hanya disebut sebagai Palm Sugar atau Palm Zuiker.

13 Januari 2018

Milangkala, Pelantikan, & Serah terima Jabatan Banten Heritage





Rangkasbitung– jumat (12/01)  peringatan Ulang Tahun (milangkala) Banten Heritage ke 15 dilakukan dengan meriah, dimana dalam kegiatan yang dilaksanakan di Resto Andhika tersebut juga dilaksanakan acara Prosesi Serah Terima Jabatan Direktur Banten Heritage dari Dadan Sujana ke Uri M Rachmawiana dan sekaligus Launcing Koperasi Banten Chic 2018. Berlangsungnya acara tersebut, menandai berakhirnya masa kepengurusan Dadan Sujana selaku Direktur Banten Heritage masa 2013-2017. Dan memulai masa kepengurusan yang baru yang akan dipimpin Uri M Rachmawiana. Acara ini dihadiri juga oleh Kabid kebudayaan Dinas Pendidikan kabupaten Lebak, BPCB Banten dan akademisi Weny Widyawati Bastman selaku Ketua Jurusan Sejarah STKIP Setia Budhi Rangkas Bitung dan Tamu udangan lainya.

29 Desember 2017

Mengangkat Makanan Khas Daerah Untuk Parwisata

Kegiatan Festival Kuliner Kabupaten Pandeglang 2017
Restival Kuliner Tradisional Pandeglang. 

Tanjunglesung 28 Des 2017-Kegiatan Festival kuliner dalam rangka pengembangan wisata kuliner di Kabupaten Pandeglang diadakan untuk memperkenalkan makanan khas Kabupaten Pandeglang kepada wisatawan. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang ini menampilkan berbagai makanan khas dari Kecamatan Panimbang dan Keamatan Cigeulis. Dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang Drs. H. Salman Sunardi, M.Pd menyampaikan bahwa keragaman makanan khas yang dimiliki Kabupaten Pandeglang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia, dimana diharapkan juga para pelaku pariwisata dibidang kuliner juga dapat menangkap keinginan dan Kebutuhan para wisatawan terhadap permintaan kuliner di Objek Wisata. Sementara itu juga Kepala Dinas Pariwisata mengatakan bahwa ditahun 2018 diharapkan adanya peningkatan wisatawan khususnya dari Mancanegara, sehingga dapat tercapainya program pemerintah untuk kunjungan wisatawan ke Pandeglang, selain itu pelaksanaan pengembangan kepariwisataan akan mulai dilakukan ditahun 2018 diantaranya pembangunan jalan tol, pembuatan terminal type C di Tanjunglesung, dan reaktivasi jalur kereta api Pandeglang Rangkas.

27 Desember 2017

MAGIC MUSHROOM

Magic Mushroom/Jamur Kotoran Sapi/Bison/Kerbau yang mematikan.
Magic mushroom merupakan hasil olahan jamur dari kotoran sapi yang dapat menyebabkan penggunanya berhalusinasi sehingga dapat menyebabkan kematian.
Dahulu kala, jamur ini digunakan untuk sumber inspirasi kesenian batu pada zaman prasejarah di Afrika Utara. Beberapa lukisan batu mesolitik telah diidentifikasi oleh Giorgio Samorini sebagai perwujudan Ketuhanan atau ritual (Shaman) dari pengguna Mushroom tersebut.

26 Desember 2017

PULASARI

Het meer Dano en de bergen Karang en Pulu-Sari by C.W.M. van de Velde, 1843-1845, Tropenmuseum

Nama Pulosari adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Pandeglang, nama ini juga merujuk pada satu gunung yang terkenal dalam sejarah kebudayaan Banten masa lalu. Penamaan Pulasari atau Pulosari kemungkinan adalah nama sebuah tanaman yang banyak tumbuh liar di daerah pegunungan, namun tanaman dimaksud sering pula disebut Palasan dengan nama latin alyxia stellate yang termasuk kedalam keluarga apocynaceae. Ia merupakan tanaman merambat dengan kulit batang berwarna putih dan memiliki wangi tertentu, serta rasanya yang pahit. Tanaman ini tumbuh liar di hutan dan di ladang ada daerah pegunungan. Kulit batangnya mengandung zat samak, kumarin, zat pahit, dan alkaloida.


Longsor di Curug Putri Gunung Pulosari, Barang-barang Pendaki Tertimbun


PANDEGLANG – Tanah longsor terjadi di Gunung Pulosari Pandeglang di sekitar ketinggian 600 Mdpl. pada tanggal 25 Desember 2017 kemarin.

24 Desember 2017

7 Wonder Banten sebagai tujuan Liburan Akhir Tahun

 oleh Kang Imang

Banten sebagai salah satu Provinsi terdekat dengan Ibu Kota Negara di Jakarta dan sebenarnya memiliki akses terdekat dari Bandara Internasional Sukarno-Hatta Tangerang memiliki banyak destinasi pariwisata yang dapat dikunjungi. Selain itu keunikan-keunikan Banten sebagai provinsi yang kental dengan sejarah dan warisan budayanya juga memiliki berbagai suguhan kuliner yang unik dan membuat lidah kita bergoyang. Mari kita lihat apa saja potensi pariwisata unggulan di Banten.

15 Januari 2016

Banten dalam Perspektif Arkeologi

Oleh Moh. Ali Fadillah

Secara geografis daerah Banten mempunyai posisi penting dalam peta wilayah Indonesia. Pada masa modern tampak, karena letaknya itu, daratan Banten yang dalam peta-peta awal Portugis (awal abad XVI) diperkenalkan sebagai salah satu  spice island, merupakan tempat transit utama yang menghubungkan wilayah barat dan timur Indonesia. Dalam pandangan ahli prasejarah, Pulau Jawa dan Sumatra ini juga dikenal sebagai salah satu  ˝jembatan darat˝  bagi migrasi manusia purba dari barat ke timur. Daerah Banten khususnya, pada beberapa dekade terakhir telah menjadi kawasan industri, perdagangan serta agribisnis sehingga memungkinkan Banten menjadiinteraction sphere cukup pesat dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat; dengan pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. 

Tentang Sadar wisata dan Desa Wisata

Banyak hal yang dapat dilakukan dengan pariwisata, dari mulai menjual Objek dan daya tarik wisata hingga pendukung lainnya yang berkaitan dengan pariwisata. Sebuah citra yang ditimbulkan atau dimunculkan haruslah menjadi daya tarik tersendiri dan menjadikannya unik sehingga dapat memancing wisatawan untuk mengunjunginya. hal yang dapat dilakukan dengan kegiatan diatas lebih mudahnya dicontohkan kepada pngelolaan desa wisata, dimana scara garis besar desa wisata adalah sebuah tempat/desa yang terdiri dari beberapa kampung yang di dalamnya memiliki potensi dan daya tarik wisata, serta masyarakatnya memiliki pengetahuan mengenai sadar wisata dan sapta pesona. Pengetahuan akan sadar wisata dan sapta pesona sangatlah penting diketahui apalagi bagi pelaku-pelaku pariwisata juga para pendukung pariwisata yang ada di desa wisata, betapa tidak, bahwa kedua unsur itulah yang menjadikan ruhnya pariwisata agar bisa hidup dan berjalan dengan baik.

Ikhtisar Sejarah Banten (Pra-Islam)

Dalam perjalanan sejarah itu Banten pernah mengalami masa keemasan sebagai salah satu kesultanan terbesar di Nusantara. Era keemasan Banten bisa dicapai tidak semata-mata karena Banten terletak pada tempat yang strategis, melainkan juga karena kemampuan pemimpin dan rakyatnya yang telah berhasil menjadikan Banten sebagai salah satu kota besar dan pelabuhan internasional di Asia Tenggara. Pada masa itu banyak pedagang dari berbagai negara di Asia Timur, India, Timur Tengah bahkan juga Eropa berdatangan dan turut mengambil bagian dalam aktivitas perdagangan di pelabuhan dan sekaligus meramaikan kehidupan kota di ibukota Kesultanan Banten. Namun kemajuan ekonomi Banten itu tidak datang secara tiba-tiba, tetapi jauh sebelum Kesultanan Banten berdiri, pelabuhan Banten telah dikenal sebagai salah satu penghasil beras dan rempah-rempah terutama lada hitam.